Awal Belum Tentu (Ada) Akhir
Pertama kalinya dalam (hampir) dua tahun terakhir akhirnya saya kembali menonton di bioskop. Demi Venom. Yang ternyata yaaahh.. begitu saja. Tapi tidak menyesal karena film laga lebih asik jika disaksikan di layar lebar.
Sedap.
Pertama kalinya sejak bekerja di tempat ini saya merasa perlu untuk mempelajari strategi berkomunikasi. Selama ini saya merasa sudah cukup baik dalam berbicara, berperilaku dengan orang-orang di tempat kerja. Jika delapan tahun lalu saya merasa harus meladeni setiap konflik, sekarang ya bagaimana caranya agar ada solusi. Pun tidak ada solusi ya bagaimana caranya agar konflik tidak meruncing. Namun belakangan saya merasa kembali jadi saya di masa lalu yang gampang terpancing dan menunjukkan emosi.
Jangan dong ya kan.
Pertama kalinya sejak berbulan-bulan saya merasa ketertarikan untuk kembali menyelesaikan membaca buku. Padahal dibilang sedang senggang justru tidak. Malah jauh lebih sibuk dari tahun sebelumnya. Dilihat dari kuantitas juga sebenarnya tidak bertambah dari tahun sebelumnya.
Alhamdulillah tidak melorot ya :)
Desember dimulai dengan Spotify yang mulai membagikan Kilas Balik Spotify. Ada banyak cerita yang menempel di lagu-lagu yang menemani keseharian di tahun 2021. Tapi Spotify bukan playlist utama karena belakangan saya jauh lebih sering menggunakan iTunes. Logaritma-nya kok lebih masuk ke telinga. Lagipula saya sudah malas berlangganan premium karena cuma satu podcast yang membuat saya betah di Spotify.
Desember tahun ini dimulai dengan sisa kesibukan bulan sebelumnya. Sepertinya masih akan terus sibuk, terus mengeluh di berbagai kanal tentunya tidak dibagikan secara publik ;)
Bila mulai semangat menurun, (merasa) kehilangan alasan untuk berbuat yang terbaik semampunya maka saya hanya berdoa semoga terus diingatkan bahwa kebaikan maupun kesusahan pasti ada akhirnya.


Komentar
Posting Komentar