Memori Hari Hujan
Wah produktif sekali ya dalam jangka waktu dua hari berturut-turut bisa membuat lebih dari satu tulisan. Namanya juga sarana vent out tipis-tipis. Tapi yang ini saya bukan mau (kembali) mengeluh. Saya cuma tidak mau lupa akan satu episode, eh kejadian kemarin yang menurut saya menyenangkan.
Sabtu kemarin saya pulang kerja lebih cepat dari biasanya jadi bisa mampir ke tempat makan favorit. Yah cerita soal (tempat) makan(an) lagi nih? Ya gimana yaaa.. memang suka makan sih hehe..
Load kerja juga tidak sebanyak minggu sebelumnya sehingga saya tidak perlu lembur habis-habisan seperti biasa. Tipe kerjaan yang masih bisa ditunda ke Senin karena masih ada beberapa konfirmasi yang ditunggu. Oke sip.
Nah, rekor di hari kemarin lah saya bisa mampir ke tiga tempat sekaligus dalam sehari. Niatnya sih mau mengisi perut lalu menamatkan bacaan minggu ini. Tempat pertama terpotong jeda kerja yang dimulai lebih awal dari biasanya. Untungnya pekerjaan ini juga bisa saya selesaikan lebih cepat. Masih jam tiga sore jadi saya mampir kantor lalu langsung ke tempat kedua. Perut kenyang dan hati senang namun bosan juga berlama-lama di tempat itu, jam 4.30 sore saya memutuskan pulang. Di jalan pulang saya terpikir, "Ah beli kopi aja ah di wakop dekat rumah. Enak juga nih minum yang seger-seger setelah mandi sore."
Begitu sampai, saya malah pesan hot cappuccino dan pisang bakar coklat keju untuk dimakan di tempat. Beloommm kenyaaanggg mbaknyaaa??!
lol
Tempat ketiga ternyata jadi highlight hari itu. Hot cappuccino yang pada awalnya membuat saya mengernyit karena tampilannya ternyata lumayan. Pisang bakarnya enak. Suasana tidak terlalu ramai dan saya bisa nyaman membaca. Tempat ini seharusnya bisa jadi tempat favorit tetap kalau saja waktu operasionalnya sesuai dengan kerandoman ngaburnya saya. Jika saya random, maka waktu operasional tempat ini lebih random. Padahal secara jarak, harga dan kenyamaan paling mendekati skor sempurna.
Halah.
Pulangnya, hujan turun rintik-rintik. Saya pun mengembangkan payung. Untung kemarin saya memakai sendal (ijo norak) nyaman andalan. Mau becek tak masalah. Tak perlu takut susah membersihkan sepatu yang kotor karena genangan. Lalu lagu yang mengalun di earphone saat berjalan pulang adalah Happy dari Pharrell Williams. Rasanya saya ingin bergoyang kecil sambil berjalan.
Bayangkan ya, ada mba-mba random berpayung hitam dan memakai sendal ijo gonreng joged-joged kecil di jalan. Waaaahhh.. bisa.. bisa apa ya? Ya ga ada apa-apa sebenarnya. Jalanan saat itu (dan juga biasanya) dalam kondisi sepi. Pun ada yang melihat paling cuma ketawa kecil, atau diliatin. Atau ditegur "Kenapa mbaa?"
Yah..
Kenapa saya ga joged aja ya kemarin? Penyesalan memang pada fitrahnya datang terlambat.
lol


maka jogedlah skarang, tertunda sedikit tidak mengapa XD
BalasHapusJogednya lanjut di rumah saja. Biar lebih puooolll hehehe.. :D
Hapus