Disergap Rindu

 "Semua yang kau rindu, semua menjadi abu.."

Tiba-tiba rindu. 

Tiba-tiba Sendu Melagu mengalun dari sudut kepala.

Otomatis mengisi akhir minggu dengan Barasuara dan Midnight Library. Niatnya mau mengusir sedih tapi malah makin haru.

Hehe.

Saya rindu Bapak saya. Rindu yang bisa membuat tiba-tiba menangis di perjalanan pulang kerja. Untung gelap sehingga pak driver taksi online tidak melihat air mata serta ingus yang membuat masker saya lembap. 

Saya rindu Ibu yang pasti rasa rindunya menggunung pada Bapak. Berpuluh tahun mereka lewati bersama. Saya tidak sanggup membayangkan seperti apa rasanya.

Saya juga rindu pada Adik-adik. Adik yang makin dewasa dan Adik yang caranya mengatasi rindu masih tidak bisa saya pahami.

Saya tidak mau menakar rindu, karena pada akhirnya rasa rindu jadi beban yang harus ditanggung masing-masing. 

Beliau yang pergi, kami yang rindu, doa yang mestinya tak terputus satu-satunya penghubung.

Komentar

Postingan Populer